Untuk dan atas nama klien kami, PT. VERITRA SENTOSA INTERNASIONAL (Treni), berdasarkan Surat Kuasa Nomor : 079/SKK/MHS&A/IV/2014 tanggal 29 April 2014 jo. Surat Kuasa Khusus Nomor : 098/SKK/MHS.Partners&Co/XI/2015 tanggal 9 November 2015, oleh karena demikian sah bertindak untuk dan atas nama Direksi PT. VERITRA SENTOSA INTERNASIONAL (Treni), dengan ini memberitahukan serta menegaskan kepada seluruh Mitra Paytren akan hal-hal akan hal-hal sebagai berikut :

  1. Bahwa, Sehubungan dengan adanya pelanggaran-pelanggaran Etika Bisnis dalam menjalankan usaha bisnis paytren, baik yang diselenggarakan secara online maupun offline yang dilakukan oleh Mitra Paytren sebagaimana diatur dalam Kode Etik Mitra Paytren yang dibuat oleh PT. Veritra Sentosa Internasional (Treni) dan diketahui oleh Kementrian Perdagangan yang telah sesuai dengan ketentuan PERMENDAG No. 32 Tahun 2008 serta bersamaan dengan dikeluarkannya SIUP-L Sementara pada tanggal 7 bulan juli tahun 2014, khususnya pelanggaran-pelanggaran etika bisnis paytren yang dilakukan oleh Mitra Paytren, terutama Mitra Paytren dengan Peringkat“Bronze ke atas”, maka dengan ini PT. Veritra Sentosa Internasional (Treni) mengingatkan kembali tentang Kode Etik Mitra Paytren yang seharusnya dijalankan dengan baik dan benar sebagai pijakan prilaku menjalankan bisnis paytren, termasuk, dan tidak terbatas pada bunyi Pasal Kode Etik Mitra Paytren sebagai berikut :
    Bab XII poin 8, berbunyi : “Mitra tidak diperkenankan untuk menjual/menawarkan kepada Mitra lainnya, atau mengajak/menyuruh Mitra lain untuk menjual/menawarkan produk-produk perusahaan lain yang menerapkan sistem penjualan Multi Level Marketing atau Direct Selling dan sejenisnya“;
    Bab XII poin 4, berbunyi : “Mitra tidak diperbolehkan melakukan praktek penjualan yang menyesatkan, mengecoh atau tidak pantas “.
    Bab V berbunyi : “Komunitas treni/PayTren terdiri dari mitra-mitra usaha yang masih resmi terdaftar di PT Veritra Sentosa Internasional yang berkomitmen untuk saling berbagi dan menjaga nama baik perusahaan serta menyebarkan perilaku santun serta sikap saling menghargai satu dengan yang lain sesuai dengan Peraturan dan Kode Etik Perusahaan dan Hukum yang berlaku. “;
  2. Bahwa pelanggaran-pelanggaran Kode Etik tersebut telah terbukti secara nyata dilakukan oleh Mitra Paytren, terutama yang telah memperoleh Peringkat “Bronze ke atas”, oleh karena itu PT. Veritra Sentosa Internasional (Treni) memutuskan untuk memberikan dan/atau menjatuhkan sanksi-sanksi pelanggaran kode Etik terhadap Mitra Paytren yang melakukan pelanggaran kode etik tersebut sebagaimana Peraturan Kode Etik Bab XVI yang berbunyi :
    1. Setiap Mitra yang melanggar ketentuan Kode Etik Mitra dan peraturan lain yang berlaku di Perusahaan akan dikenakan sanksi antara lain :
    a. Ju’alah/komisi/cashback/ujrah/reward/hadiah tidak akan diberikan, dan
    b. Perusahaan berhak mencabut kemitraannya setiap saat tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
    c. Setiap Mitra yang kemitraannya telah dicabut, diberlakukan ketentuan tidak akan mendapatkan kompensasi dalam bentuk apapun.
    2. Dalam hal Mitra/Para Mitra melakukan pelanggaran Kode Etik dan peraturan lainnya yang merugikan Perusahaan, baik kerugian secara langsung maupun tidak langsung, maka perusahaan berhak sepenuhnya untuk memberikan sanksi berupa :
    a. Melakukan peninjauan kembali atas segala persetujuan tertulis yang dikeluarkan oleh PT VERITRA SENTOSA INTERNASIONAL terhadap Mitra/Para Mitra tanpa pemberitahuan lebih dulu.
    b. Membatalkan atau tidak menampilkan foto, nama ataupun semua hal yang berhubungan dengan mitra bersangkutan diseluruh media komunikasi perusahaan walaupun yang bersangkutan pernah atau bahkan dalam status Mitra Utama/Leader tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
    c. Pemutusan hubungan kemitraan antara PT VERITRA SENTOSA INTERNASIONAL dengan Mitra bersangkutan.
  3. Bahwa keputusan PT. Veritra Sentosa Internasional (Treni) diputuskan berdasarkan proses pemeriksaan terhadap pengaduan-pengaduan Mitra Paytren yang ada pada jaringan Mitra Paytren pelanggar kode etik tersebut kepada PT. Veritra Sentosa Internasional (Treni) secara langsung maupun pengaduan Mitra Paytren yang berada diluar jaringan Mitra Paytren yang bersangkutan, serta bukti-bukti lain yang langsung dilakukan penelusuran oleh PT. Veritra Sentosa Internasional (Treni) sendiri, berupa data dan komunikasi online serta bukti-bukti lainnya.

Demikian pemberitahuan ini disampaikan, agar menjadi perhatian bagi Mitra-Mitra Paytren.

Bandung, Tanggal 9 November 2015
Hormat Kami
Corporate Law PT. Veritra Sentosa Internasional (Treni)
Law Office Marnaek Hasudungan Siagian, SH., MH & Partners