Hal Yang Paling Berharga Di Komunitas Paytren

Hal Yang Paling Berharga Di Komunitas Paytren

Yang mahal bagi kita adalah ilmu, iman, keyakinan, tauhid, bisa berubah hidup dan kehidupan menjadi lebih baik, bisa manfaat tenaga, umur, harta, ilmu, waktu…

Bukan sekedar teknologinya Paytren yang notabene bisa jadi ada yang sama bahkan lebih baik lagi.

Bukan sekedar bonus. Yang notabene bisa jadi ada yang bisa memberi lebih baik dan lebih banyak.

Kelebihan menjadi member Paytren yang kuat ruhiyahnya, kuat spiritualitasnya, bagus kualitas hidup dan kehidupannya, haus akan ilmu, haus akan nasihat-nasihat yang membangun dan membesarkan hati, haus akan motivasi-motivasi dan inspirasi-inspirasi yang memberi semangat… Inilah yang harus dikedepankan dalam menggunakan, menjalankan, dan memasarkan Paytren.

Sehingga kita menjadi komunitas yang kuat. Yang ga kering sebab yang diomongin bukan hanya kebutuhan lahiriah fisik semata. Duit. Makanan. Hasil bonus. Dan lain-lain duniawi.

Alhamdulillaah, ga lama lagi saya insyaaAllah akan nyeburin inspirasi baru. Tentang iman, tauhid, kualitas hidup, perbaikan diri dan kehidupan.

Namun sebelumnya SAYA MOHON KAWAN-KAWAN BACA DULU Q. S. Al Baqarah ayat 62 sampai dengan 69. Adanya di halaman 10. Ke depan, Al Qur’annya kayaknya perlu pake yang sama. Tar dah biar dijual di Paytren. Hehehe.

“Bagiin aja Stadz…”, begitu kata kawan-kawan. Hehehe. Usahalah. Kalau perlu kita sedekah dan wakaf Al Qur’an. Buat yang mampu, beli lah. Sedekah lah. Enak kok pake duit sendiri. Bukan Al Qur’an pengasih orang. Beda kepuasan dan tanggung jawabnya.

InsyaaAllah saya aturkan dengan Pak Hari dan kawan-kawan soal pembelian dan sekaligus sedekah atau wakaf Al Qur’an.

Kembali lagi.

Sebelum saya ceburin materi baru, baca dulu Al Qur’an  halaman 10. Ayat 62 sampai dengan 69.

Saya akan ceburin dialog saya dengan Wirda yang mudah-mudahan jadi pembelajaran. Yang terkait dengan ayat-ayat itu.

Cara bacanya ayat-ayat itu:

1. Berwudlu buat yang bisa wudhu. Bila engga, ga apa-apa. Minta maaf sama Allah. Dan pake Al Qur’an terjemahan. Niatin sebagai nuntut ilmu.

2. Siapin kertas dan pulpen. Buat nyatet-nyatet. Atau note di gadget. Buat nyatet-nyatet.

3. Baca ayatnya, baca terjemahnya. Dari ayat 62 sampai dengan 69 tersebut. Tapi jangan hanya satu kali. Baca berkali-kali. Baik ayat maupun terjemahnya. Bener-bener berkali-kali. Minimal 2-3 kali denga kecepatan baca, baca santai.

4. Usahakan ada yang dicatat-catat, jauh sebelum nanti mendengar materi baru untuk keluarga besar Paytren.

Ok ya? Selamat mengerjakan. Mudah-mudahan ada Hidayah Allah. Ada Ilmu dari Allah. Ada Hikmah dari Allah. Lewat materi-materi di Paytren ini.

Oh ya, minta doa untuk kelas bahasa, kelas tahfidz, kelas bisnis, dan lain-lain. InsyaaAllah sedang digodok ramai-ramai oleh Dr. Deddi dan kawan-kawan. Termasuk adik-adik kandung saya ikutan menggodok. Supaya semua member Paytren tambah keren. Sebab kualitas diri, ilmu, wawasan, kebisaan, makin beda. InsyaaAllah bakal makin pede. Aamiin. Manusia bukan hanya butuh tambahan duit. Tapi tambahan materi bagi akal, otak, hati, pikiran, perasaan, jiwa, nurani… Dan di Paytren mudah-mudahan semua bisa mendapatkannya dengan Izin dan Ridho Allah. Aaamiin.

Selamat membaca dulu ayat 62 sampai dengan 69 sesuai petunjuk.

Salam,

Yusuf Mansur.

Dikutip dari web utamanya di : http://yusufmansur.com

HIKMAH DIBALIK MUSIBAH

HIKMAH DIBALIK MUSIBAH

Belajar Dari Sebuah Musibah

Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap.

Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise.

Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu.

Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu.

Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.

“Buk….!” Aah…, ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa Jaguar itu yang dilemparkan si anak itu.
Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.

“Cittt….” ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan.

Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele.

Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati.

Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa.

Di tariknya anak yang dia tahu telah melempar batu ke mobilnya, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.

“Apa yang telah kau lakukan!? Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!!”

Lihat goresan itu”, teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu.

“Kamu tentu paham, mobil baru jaguarku ini akan butuh banyak ongkos di bengkel untuk memperbaikinya.

“Ujarnya lagi dengan kesal dan geram, tampak ingin memukul anak itu.

Si anak tampak menggigil ketakutan dan pucat, dan berusaha meminta maaf.

“Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa.

“Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun.

“Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti….”

Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi.

“Itu disana ada kakakku yang lumpuh. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Saya tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat, tapi tak seorang pun yang mau menolongku.

Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan..” Kini, ia mulai terisak.

Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu.

“Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda?

Tolonglah, kakakku terluka, tapi saya tak sanggup mengangkatnya.”

Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam.

Amarahnya mulai sedikit reda setelah dia melihat seorang lelaki yang tergeletak yang sedang mengerang kesakitan.

Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah.
Segera dia berjalan menuju lelaki tersebut, di angkatnya si cacat itu menuju kursi rodanya.

Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut yang memar dan tergores, seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.

Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja.

“Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan Bapak.”

Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.

Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Dtelusurinya pintu Jaguar barunya yang telah tergores itu oleh lemparan batu tersebut, sambil merenungkan kejadian yang baru saja dilewatinya.

Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele, tapi pengalaman tadi menghentakkan perasaannya.

Akhirnya ia memilih untuk tak menghapus goresan itu.
Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini.

Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat: “Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu.”

Teman, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan.

Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan.

Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada
masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?

Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita.

Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ujaran-Nya.

Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.

Teman, kadang memang, ada yang akan “melemparkan batu” buat kita agar kita
mau dan bisa berhenti sejenak.

Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya,atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.

Semoga bisa menjadi pelajaran berarti untuk kita bersama.

Salam Sukses dan Sehat Selalu SAHABAT.